Jago Lagu
[CLOSE]

Waspada Aplikasi Pinjaman Online "Pinjol" Dengan Bunga Tinggi Tersebar di Internet

Waspada Aplikasi Pinjaman Online

Waspada Aplikasi Pinjaman Online "Pinjol" Dengan Bunga Tinggi Tersebar di Internet (lapor.my.id)

LAPOR.MY.ID - Aplikasi pinjaman online sering beredar di internet akhir-akhir ini, waspada dan tetap cermat dalam memilih penyedia pinjaman online.

Jangan sampai anda menggunakan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Aplikasi Pinjaman Online "Pinjol" Ilegal


Dikutip dari CNBCIndonesia, telah melaporkan adanya korban atas pinjaman online dengan tagihan total hingga puluhan juta rupiah.

Bagi Anda yang suka menggunakan pinjaman online (pinjol) ilegal sepertinya mesti hati-hati. Seorang warga Malang, Jawa Timur, Melati, diteror 24 debt collector atau penagih utang hingga nyaris bunuh diri.



Tak hanya itu, Melati juga dipecat dari tempatnya mengajar, kehilangan pekerjaan sebagai guru taman Kanak-kanak (TK) dan kehilangan teman.

Setelah 13 tahun mengabdi sebagai guru TK di Malang, Melati harus menjadi sarjana. Syarat itu diwajibkan oleh pihak sekolah taman kanak-kanak tempat Melati mengajar.



Dengan menyandang gelar S1, Melati bisa menjadi guru kelas, bukan lagi sebagai guru pendamping. Atas permintaan sekolah, Melati akhirnya mengambil jenjang S1 di Universitas Terbuka (UT).


Saat memasuki semester 9, Melati kesulitan membayar uang semester sebesar Rp 2,5 juta. Kewajiban itu harus dibayar, jika tidak Melati gagal menyandang gelar sarjana.


Dalam kondisi terjepit, dengan gaji hanya Rp 400.000/bulan, Melati mendapat saran dari temannya untuk pinjam uang melalui aplikasi online atau pinjol. Melati mulanya memiliki utang di 5 aplikasi pinjol. Karena harus membayar, Melati mencari pinjaman online lain sampai total 24 aplikasi.

"Akhirnya saya pinjam online. Karena satu aplikasi hanya bisa maksimal Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu, saya akhirnya pinjam ke 5 aplikasi,"

Bunga Pinjaman Tinggi dan Tidak Masuk Akal

Pinjaman online akhirnya disetujui, namun Melati hanya diberi waktu membayar lunas selama 7 hari saja. Masih berjalan 5 hari, tagihan sudah dilakukan.


"Dalam waktu lima hari, sudah ditagih.

Bunganya 100 persen dari pinjaman. Misal saya pinjam Rp 600 ribu ditagih bayar Rp 1,2 juta," kata ibu dua anak ini.

Melati akhirnya mencari aplikasi pinjol lain, gali lubang tutup lubang, untuk membayar pinjol lain sampai akhirnya terlilit utang di 24 aplikasi dengan total utang beserta bunga sebanyak Rp 36 sampai Rp 40 juta.

"Dari 24 aplikasi, lima legal dan sisanya ilegal. Atas saran teman, saya kembalikan dulu yang aplikasi legal, tapi hanya pokoknya saja," ungkapnya.


Kerja keras Melati sampai menempuh bangku kuliah justru berakibat harus kehilangan pekerjaan. Karena sekolah mengaku malu, Melati terlilit utang dan dikejar 24debt collector.

"Saya ini kuliah menuruti kemauan sekolah, sudah 13 tahun saya mengabdi. Tapi karena punya utang dan ditagih debt collector malah diberhentikan," ucapnya sambil menangis.

Melati ingin mencoba jujur dirinya tengah terlilit utang pinjaman online hingga berhadapan dengan 24debt collector. Sebelumnya, Melati mendapat saran agar berkata jujur kepada keluarga dan sekolah soal utang yang harus segera dibayarkan.

Naas, niat jujur tersebut justru berujung dirinya harus dipecat.

"Saat itu saya ingin jujur dan menceritakan semuanya. Tetapi, yayasan dan sekolah malah memutuskan untuk memecat saya. Alasannya, karena malu sama wali murid," tutur Melati sambil menangis.

Melati jujur, karena khawatir debt collector akan menyasar sampai tempat dia bekerja. Karena berbagai teror sudah dialami Melati sebelumnya.

"Saya jujur ke sekolah, karena takut nanti ditagih ke sekolah.

Tapi malah diberhentikan, per 5 November 2020 saya sudah tidak mengajar lagi," kata ibu dua anak ini.

Setelah diberhentikan jadi guru TK, Melati jadi semakin kelimpungan bagaimana cara membayar utang-utangnya.

Sebelumnya Satgas Waspada Investasi (SWI) sudah menutup fintech lending atau pinjol tak terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Teranyar, SWI menghentikan kegiatan operasi sebanyak 86 pinjol ilegal.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri, ada kekhawatiran pinjol ilegal memanfaatkan momen dengan kegiatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Tongam mengingatkan untuk waspada terhadap perusahaan ilegal tersebut.

"Fintech lending (pinjol) dan penawaran investasi ilegal ini masih tetap muncul di masyarakat. Menjelang Lebaran dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan agar tidak menjadi korban," kata Tongam belum lama ini.

Bukti Korban Aplikasi Pinjaman Online

Berikut adalah bukti korban kejamnya pinjaman online dengan bunga super tinggi.

Waspada Aplikasi Pinjaman Online

Waspada Aplikasi Pinjaman Online


Nah, itu informasi tentang Waspada Aplikasi Pinjaman Online "Pinjol" Dengan Bunga Tinggi Tersebar di Internet

Peringatan! Situs ini hanya sebagai media penyedia informasi, sedangkan seluruh informasi dan materi dalam situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembuat laporan sesuai dengan Disclaimer dan Kebijakan Privasi situs.

Tips Aman Bertransaksi:

  • Tetap berhati-hati, saat bertransaksi. Jangan pernah memberikan informasi pribadi (Nama, Tgl Lahir, Nama Orang Tua, Nomor Seri ATM, Nomor Rekening dan informasi sensitif lainnya) kepada orang yang tidak dikenal atau mengaku dari pihak tertentu.
  • Jika ada pihak mengaku dari bank, atau instansi. Segera matikan telepon tersebut dan datang ke kantor instansi terdekat untuk mencari kebenaran.
  • Jika anda menerima kode SMS OTP dan ada pihak yang meminta kode tersebut, jangan pernah anda berikan!
  • Jangan pernah mengirimkan uang dalam jumlah berapa pun jika ada pihak yang meminta untuk dikirimkan sebagai persyaratan tertentu, cari tahu dan jangan mudah percaya. Waspada!

Tips Aman Mencari Kerja:

  • Cari tahu dan teliti terlebih dahulu track record profil perusahaan yang sedang anda tuju, bisa melalui Google atau Grup Lowongan Kerja di wilayah domisili perusahaan.
  • Jangan pernah memberikan uang dalam jumlah berapa pun di awal (saat interview), jika belum benar-benar anda diterima kerja (minimal 1 bulan)
  • Jangan pernah memberikan dokumen asli saat melamar kerja, hal ini sudah dirangkum dalam peraturan pemerintah bahwa perusahaan tidak boleh menahan dokumen pribadi pelamar kerja (misalnya. ijasah asli)
  • Jangan pernah memberikan informasi pribadi saat interview seperti nomor rekening, nama ibu kandung dan jangan pernah mau saat diminta berfoto (selfi) dengan menggunakan KTP (jika anda belum bekerja min. 1 bulan) Waspada!

Saya Menjadi Korban, Apa Yang Harus dilakukan?

  • Kumpulkan semua bukti yang anda miliki seperti bukti chat, bukti transaksi dan bukti pendukung lainnya.
  • Jika anda adalah korban penipuan transaksi, datangi kantor polisi terdekat dan buat laporan terkait kasus tersebut. Selanjutnya datang ke bank di mana rekening anda terdaftar, ceritakan kronologi dan bukti transaksi biasanya pihak bank akan memblokir rekening pelaku dalam waktu dekat.
  • Jika anda korban penipuan lowongan pekerjaan harap datang ke kantor polisi terdekat dan membuat laporan terkait kasus tersebut
  • Lebih berhati-hati dan jangan sampai terulang kesalahan yang serupa, lebih sering mencari kebenaran informasi jangan langsung percaya!

Total dibaca: 379x | Berikan Komentar!


Bagikan ini dan Selamatkan Orang Lain!

Bagikan informasi ini ke semua orang agar tidak ada yang menjadi korban selanjutnya!
Komentar ()
Penawaran Populer

LAPORKAN DI SINI!

Anda mengalami dan menjadi korban penipuan, pemerasan atau dirugikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab?

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

KASUS MENARIK

Waspada Pencurian Kartu ATM Modus Ganjal Mesin ATM Menguras Tabungan